"Mbok Min..., di mana rumah Tante Ajeng?" tanya Dnaica penasaran. Jika Mbok Minah tahu segalanya termasuk perasaan ayahnya terhadap ibunya, Danica yakin Mbok Minah juga tahu di mana rumah rumah Ajeng, yang mana ibunya juga tinggal. "Saya tidak tahu, Mbak. Kan, saya ndak pernah diajak ke sana. Waktu acara lamaran Ibu, saya juga ndak diajak. Saya jaga rumah." Danica langsung terpekur. Tidak ada jalan untuk mengetahui di mana rumah wanita bernama Ajeng, yang ada dalam kehidupan ayah dan ibunya sebagai sahabat. Ia tidak tahu ke mana ia harus mencari tahu perihal Ajeng. "Yang saya tau, rumah Ibu Ajeng itu berada di dekat taman kota. Wilayah orang-orang kaya. Tapi bagian yang mananya, saya tetep ndak tau, Mbak." Hati Danica bersorak senang. Hanya petunjuk kecil, tetapi Danica tetap senang.

