Chapter 69

1681 Kata

Dua kursi jati, yang melengkung di bagian punggung, dan memiliki desain kuno setengah bulat, awalnya tertata saling berhadapan dengan meja bulat sebagai penengah. Tetapi, Prasaja menggeser dua kursi menjadi bersisian dan jika duduk, bisa memandangi gunung kebanggan kota, tanpa harus menelengkan kepala. Bagaikan seorang pelindung, tangan kiri Prasaja terulur ke balakang tubuh Maya, merangkul gadis itu, dan terus membelai lengan dan pundak Maya. Sesekali dengan gemas, Prasaja mencium pipi Maya yang sedikit gempil. Bagi siapa pun yang melihat, Prasaja dan Maya terlihat bagaikan pasangan yang baru jadi atau pasangan yang baru menikah. "Sudah, ah, Mas. Gak enak dilihat orang di belakang." Maya menelengkan kepala dan sedikit menghindari ciuman Prasaja berikutnya. Tempat duduk keduanya, cukup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN