Agasta masih tertawa geli saat memasuki ruang tengah. Ia suka membuat Danica emosi. Membuat gadis itu marah untuk hal-hal sepele, sepertinya akan menjadi hobi barunya yang menarik sembari merawat Rahadyan. Ekspresi riang Agasta tiba-tiba berhenti berganti dengan ekspresi terkejut, saat ia melihat Mbok Min keluar dari kamar Rahadyan, sembari menunduk dan menangis tanpa suara. Mbok Min berdiri di belakang kursi roda Rahadyan, dengan tubuh ringkih Rahadyan yang sudah duduk di atasnya. Sudah dipastikan Mbok Minlah yang memindahkan Rahadyan dari tempat tidur ke kursi roda. Agasta benar-benar terkejut dan bergegas menghampiri Mbok Min dan Rahadyan yang tersenyum lebar. Kekhawatiran dan kebingungan terpancar di wajah Agasta. Meski begitu, ia bersyukur karena sekang infus tidak dilepas atau terl

