Chapter 43

2327 Kata

Mengengan dan menangis *** Yudi mendengar derit pagarnya. Ia bisa mendengar suara pagar di tengah suara hujan karena suara televisi ia minimkan. Selain itu, hujan deras sudah berganti menjadi hujan rintik-rintik yang tak berisik. Sontak Yudi bangun. Ia lupa menggembok pagar. Kampungnya aman. Ini membuatnya sering mengabaikan tindakan mengunci pagar. Ia baru ingat akan pagar dikunci jika istrinya mengingatkan. Yudi segera menuju ke jendela kaca dan mencoba mengintip keluar. Beruntung dirinya tak perlah lupa menyalakan lampu teras, hingga ia bisa melihat keluar dengan jelas. Rahadyan dengan setengah menunduk, berlari cepat masuk ke teras. Sampai di teras, Rahadyan menepiskan sisa air hujan yang menempel di jaketnya. Seperti khawatir basah yang menempel akan mengotori rumah Yudi. Berge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN