Ponsel Yuni berdering nyaring. Paramita yang sudah tertidur, mengomel kecil sebelum kemudian melanjutkan tidurnya. "Gimana, Pras? Danica makan buburnya?" tanya Yuni langsung. "Iya, Ma. Habis." Senyum aneh tersungging di wajah Yuni. Ada sedikit kelegaan yang tersorot dari matanya. "Bagus. Semoga peletnya segera bereaksi," ucap Yuni. "Ingat, Pras..., meski itu Danica sudah dipelet, kamu tetap memberikan perhatia penuh sama dia. Nanti siang kamu ajak dia makan siang keluar, ya." "Ya, Ma. Mmm..., Farah gimana, Ma? Dia kaget gak, tau kalau Mama mau datang?" "Mama belum nelpon dia. Nanti aja kalau sampai di Surabaya." "Ma..., bagaimana kalau Farah meno...." "Halah, kamu ini. Bukannya mikir yang baik-baik malah mikir lain. Kalau kamu mau jalan ini mulus, ya kamu harus yakin. Ya, sudah. Ma

