"Oh, jadi begini." Prasaja mengernyit, ia menurunkan ponselnya dari dekat telinga untuk memeriksa ulang, siapa yang menelepon. Dan benar, di layar tertera nama 'Mbak Mita', kakak perempuannya. Tapi, meski itu nomer ponsel Mita yang menghubungi, yang bicara justru Farah. Suara gadis itu aneh, seperti sebagainnya berbaur dengan angin. Bahkan Prasaja mendengar suara bergemerisik terus-menerus dari angin yang bertiup. Prasaja menduga, Farah menelepon di luar kamar. Karena tak terlalu mendengar suara bising, pria itu yakin jika Farah menelepon di balkon kamar hotel. Dan itu benar. Setelah mendapatkan ponsel Paramita, yang diserahkan dengan terpaksa ke Farah, gadis itu bergegas ke balkon dan meminta Paramita untuk tak mengganggunya bicara dengan Prasaja. "Begini bagaimana?" Prasaja menoleh k

