"Kaget saya, May. Kepalamu tiba-tiba nongol kayak kepala Kuntilanak aja," ujar Prasaja di sela-sela tawanya. "Hahaha.... Makanya jangan melamun pinggir jalan. Untung bukan Kunti. Gimana kalau tadi itu beneran Mbak Kunti?" tanya Maya dengan mata mengerling. "Saya tarik rambutnya, trus saya jepit di jendela. Trus saya ngebut bawa mobilnya. Biarin kepala dia kibar-kibar sampai masuk angin dan teler." Sontak tawa meledak bagi keduanya. Kegelian membayangkan makhluk astral itu dianiaya Prasaja sedemikian rupa, bukannya menjadi horor, justru menjadi lucu. "Gimana kabarnya Maya anak Pak RT sekarang?" tanya Prasaja begitu tawa di antara keduanya mereda. "Hehehe..., baik, Mas. Lama ndak liat kamu, Mas. Kamu gimana kabarnya?" "Baik juga. Selama kita masih tinggal di kota kecil nan asri ini, d

