Melihat pucuk bangunan hotel saja, sudah membuat gamang Maya, terlebih lagi saat mobil sudah terparkir rapi di area parkir hotel. Bermacam kenangan berkelebat silih berganti, menciptakan debur aneh di dalam d**a Maya. Sebuah keinginan yang sekaligus penolakan, saling beradu. "Hei, kok melamun," tegur lembut Prasaj sembari menowel dagu Maya. Maya menoleh dan terkejut karena Prasaja sudah berdiri di sebelahnya, sedikit membungkuk, dengan tangan kiri memegang daun pintu mobil yang sudah dibentang lebar untuk Maya. Tidak bisa menghindar, sudah terlanjur. Maya keluar dan segera Prasaja merangkul pinggang Maya dengan erat. Membuat tubuh Maya yang berlekuk, menempel erat pada tubuh Prasaja. Ini membuat Maya sedikit gelisah. "Kita makan di kamar aja, ya," tawar Prasaja dengan nada santai, sem

