Chapter 84

1076 Kata

Suara gaduh terdengar dari kamar Rahadyan. Agasta dan Danica pun melangkah gegas melihat apa yang terjadi di sana. Rahadyan berusaha berdiri, lelaki paruh baya itu sudah berada di lantai dengan posisi duduk yang aneh. Wajahnya mengernyit dalam dan dari bibirnya keluar desis kesakitan. Agasta mencelat mendekati Rahadyan dengan kepanikannya. Meski begitu, dia tetap lembut saat membantu Rahadyan berdiri. Dituntunnya pria renta itu sampai ke tempat tidur. Danica bergegas merapikan bantal, menumpuknya menjadi dua di bagian sandaran tempat tidur. Rahadyan duduk dengan posisi sedikit merebah. Posisi yang santai. “Bapak butuh apa? Kenapa turun dari tempat tidur? Kan Bapak bisa panggil saya atau Mbok Min,” ucap Agasta dengan nada khawatir yang tidak bisa disamarkan. Danica menatap Agasta denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN