Chapter 85

1089 Kata

Keadaan sendu berangsur memudar, dibarengi suara dengkuran halus dari Rahadyan. Pria renta yang tadinya bersikap garang dan penuh emosi, kini tertidur tenang dengan wajah tua meneduhkan. Wajah yang Danica ingat di foto masa muda Rahadyan—pria tampan dengan senyum meneduhkan. Agasta menepuk lembut pundak Danica. Menyadarkan gadis itu dari lamunannya yang panjang sembari tetap menggenggam telapak tangan Rahadyan. Danica menoleh menatap Agasta yang dibalas pria itu dengan gerakan kepala, terarah keluar kamar. Danica paham. Dia mengangguk dan melepaskan perlahan genggamannya. Ada desir kehilangan saat jemari renta itu, lepas dari tangan Dnaica. Dengan helaan napas berat, Danica berdiri dan melangkah keluar kamar diikuti Agasta. "Saya mau pergi dulu," ucap Danica begitu pintu kamar Rahadyan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN