Yuni yang perasaannya sudah buruk sejak mendapat kabar kehamilan Farah, ditambah lagi Farahnya bersikap sok jual mahal. Sulit untuk Yuni berakting baik-baik saja. Saat ini, Yuni hanya mengerem sedikit saja emosinya. Topeng sok baik dan sok manisnya, masih belum merosot banyak dari wajahnya. Saat bertanya pun, Yuni masih menyunggingkan senyum. "Dua minggu? Empat minggu? Delapan minggu?" tanya Yuni lagi. Farah mulai gugup. Yuni langsung meyerangnya dengan pertanyaan yang sensitif tanpa basa-basi. "Empat minggu, Tante," jawab Farah lirih. "Empat minggu?! Masih muda sekali, ya. Masih berupa gumpalan saja itu," ucap Yuni dengan wajah berbinar dan kedua mata yang terarah pada perut Farah. Yuni tersenyum sinis dalam hati memandangi pilihan pakaian yang dikenakan Farah. Farah yang biasanya t

