Chapter 64

1068 Kata

Dengan masih mengenakan seragam sekolah, Maya duduk sendirian di salah satu restoran terbaik di kotanya. Kegelisahan tidak bisa ditutupi dari wajah ayu nan muda Maya. Berkali-kali, gadis belia itu memperbaiki rambut panjangnya yang sedikit bergelombang. Kakinya yang mengenakan sepatu sekolah warna hitam, bergantian mengetuk-ngetuk lantai. Siang ini, Maya akan bertemu dengan Prasaja. Ini pertemuan yang mendebarkan karena beberapa hari ini, keduanya meributkan hal sangat penting. Maya kesulitan untuk bisa bertemu dengan Prasaja. Selalu saja ada alasan Prasaja untuk menjauhinya. Padahal ini adalah hal yang sangat penting dan Maya ketakutan. Posisi duduk Maya, berada di sudut, jauh dari meja kasir, jauh dari jendela, dan jauh juga dari pintu masuk. Suasana restoran cukup ramai, tetapi semaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN