Chapter 47

1312 Kata

Agasta terhenyak dan langsung menoleh ke arah asal suara. Danica muncul, keluar dari kamarnya. Tatapan gadis itu tak lepas dari Rahadyan. Dengan pasti, Danica mendekat dan berdiri di sisi Agasta. Tatapan gadis itu tak berpaling dari Rahadyan. Agasta tidak bisa mengira-ngira apa yang Danica sedang pikirkan ataupu rasakan. "Saya yang akan jemput Ibu Manika dan Danica." Rahadyan tersenyum, kedua matanya berbinar menatap Danica. Raut kekesalan itu sirna. Tangan kanannya yang renta terulur ke arah Danica, cepat-cepat gadis itu menangkup tangan Rahdyan dengan kedua jemarinya. Tanpa diatur, Danica berlutut di depan Rahdyan, sembari membelai punggung tangan ayahnya itu. Rahadyan tersenyum sangat lembut. Tangan kiri Rahadyan terulur dan membelai kepala Danica. Seketika hati gadis itu seperti di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN