Wajah-wajah kusut dan tegang, berkumpul di ruang makan. Terlihat tak tenang. Hanya satu yang masih bisa santai bermain dengan ponselnya. Paramita. Lainnya, dibungkus diam yang sedang mencari jalan keluar. Surya berulang kali memghela napas sembari mengeluarkan sisa asap tembakau dari bibirnya. Ketegangannya, membuat Surya berulang kali mengisap rokoknya dengan cepat dan kemudian menyalakannya untuk batang rokok kedua. Ia tak peduli dengan wajah merengut istrinya setiap kali asap diembuskan. Rasanya ruang makan luas itu menjadi berkabut. Yuni sendiri, tak berkesudahan menghela napas di setiap gerakan tubuh atau tangannya yang berisi. Bunyi gemerincing gelang beradu dengan meja, menjadi bunyi-bunyian lain yang justru menambah kekalutan bagi yang di sekitarnya. Tapi, serupa dengan suaminya,

