Danica tertawa puas karea bisa mengembalikan kata-kata kebesaran yang sering kali diucapkan Agasta, setiap kali pembicaraan mengarah pada wanita lain seperti Paramita atau Maya. Tawanya semaki menjadi karena wajah Prasaja yang meringis dengan memiringkan sedikit sudur bibir ke atas. Mengingatkan Danica pada sosok selebritis ternama Tukul. "Udah..., pagi-pagi gak usah cemburuin orang yang gak ada. Ayo, kita sarapan." Danica mengerlingkan satu mata, masih dengan menyisakan tawa bahagianya. Agasta masih berekspresi tidak enak. Kelopak matanya mengkerut dengan bibir atas mengerucut. Ekspresi Agasta lebih pada bingung akan reaksi Danica. Heran tentang kenapa gadis itu tertawa. Padahal dia memberitahukan apa adanya. Dengan helaan napas, Agasta berdiri. "Kamu ketawa kenapa?" tanya Agasta heran

