Prolog
Perkenalkan aku Kevin Mahendra , seorang direktur dari perusaan retail yang dijalankan oleh keluargaku.
aku mempunyai seorang kekasih bernama Nirmala , yang biasa aku panggil Mala. seorang wanita yang sangat dewasa dan mengerti segalanya tentang diriku.
Hari ini sama seperti biasanya , aku berangkat ke kantor pukul 6 pagi. sebagai atasan tentu saja aku harus tepat waktu , karena sudah menjadi kebiasaan ku untuk datang lebih awal dari para karyawan ku sendiri. kantorku sendiri tidak berada terlalu jauh dari rumahku , sehingga hanya butuh waktu 20 menit untuk tiba disana. entah kenapa hari ini hatiku terus-terusan gelisah , seperti ada sesuatu yang akan terjadi.
" Hmmm... ada apa ya ini , kenapa tiba-tiba gue gelisah gini " Ujar ku dalam hati.
akhirnya aku menelpon kedua orang tuaku yang sedang berlibur di Jepang untuk memastikan bahwa mereka baik-baik saja.
" Halo Pah , kalian ga kenapa-kenapa kan ? " aku bertanya pada papah.
" Ya , Vin kita baik-baik aja , tumben kamu telpon " Papah Balik bertanya.
" Oh syukurlah Pah , aku hanya sedikit rindu dengan kalian , ya sudah Pah kalau begitu aku tutup telponnya ya , have fun Pah , byeee " Ujar ku sambil menutup teleponnya.
" Ah syukurlah mungkin itu hanya perasaan gue aja " ucapku.
hari pun berlalu namun ketika aku hendak pulang , cuaca mendadak hujan , hujan yang sangat deras.
" Sial hujannya lebat banget " ujarku dalam hati.
akhirnya aku memaksakan untuk pulang meskipun dalam keadaan hujan lebat dan penglihatan di dalam mobil yang terbatas.
Aku jalankan mobilku dengan kecepatan sedang , " Ah sialan , kenapa sangat hujannya gede banget " ujarku kesal.
saat di perempatan aku melihat lampu lalu lintas di jalurku berwarna hijau , aku langsung tanjap gas agar tidak terkena lampu merah lagi. Namun ketika ditengah lampu merah tiba-tiba truk besar memberi klakson dan duuuaaaarrrr....!!!!! tabrakan pun tidak bisa dihindari.
Sayup terdengar suara tangisan seorang wanita , ya wanita tersebut Mala kekasihku. dia bersama Andri sahabatku.
aku tidak bisa membuka mata , aku hanya bisa mendengar dan suaranya pun sangat kecil.
inilah awal mula dari kejadian yang menyeramkan itu , kejadian yang tidak akan pernah aku lupakan.
dan ini hanyalah awal dari semua kehancuran hubunganku dengan Mala yang sebentar lagi akan menikah.