Prolog

487 Kata
Pagi hari yang cerah ayra baru saja keluar dari persembunyiannya dibawah selimut menggeliat karena cahaya matahari pagi yang sudah masuk melalui cela-cela jendela,”sayang bangun bukankah hari ini kamu yang minta papa libur untuk pergi kepuncak?” ujar sang bunda. “ah iya ay hampir lupa bund” segera bangkit dan membereskan kamar lalu bersiap-siap untuk pergi.           Hampir 30 menit ayra bersiap-siap lalu berlari kedepan rumah untuk menghampiri ayah bunda dan juga arka “yuk yah kita jalan ay udah gak sabar nih” akhirnya mobil hitam itupun pergi menuju puncak, taklama kemudian mobil yang dikendarai wijaya pun telah sampai di villa tempat keluarga wijaya liburan. “ay bantuin bunda bawain makanan ya” ayra hanya mengangguk dan bergegas membantu bunda untuk membawa makanan, sedang ayah dan arka sedang asik mengambil pancing karena mereka memang sudah merencanakannya sebelum datang ke puncak ini.           Aw.. teriak ayra karena badannya terhempas dan makanan ringan yang dibawanya terjatuh kebwah tanah “hey kalian kalo jalan lihat-lihat dong sakit tau” caci ayra kepada empat sosok laki-laki yang ada didepannya. Namun laki-laki tersebut hanya melihat dan mentertawakan ayra dengan makanan  yang sudah jatuh dari tangannya, yak didepan ayra ada empat sosok laki-laki yang memang tampan bergaya anak kota yang ayra yakini bahwa mereka bukanlah orang jogya asli. Tiga lekaki tersebut melengos pergi begitu saja dan Salah satu dari dua teman laki-laki tersebut berjongkok dan melihat keadaan ayra, “kamu tidak apa-apa, maaf kami,kami tidak sengaja tadi” sapa chandra salah satu teman abyan dan memberikan makanan ringan yang jatuh tadi kepada ayra,” iya aku tidak apa-apa hanya saja ketiga teman mu itu tidak ada sopan santun bahkan meminta maaf saja tidak malah pergi begitu saja, ah sudahlah keluarga ku sudah menunggu dan aku harus pergi terimakasih atas bantuannymu” ucap ayra dan ayra pergi begitu saja tanpa mendengar ucapan selanjutnya dari ayra.           Woy kalian ini memang tidak ada sopan santunnya sama cewe tadi dia jatuh tuh gara-gara lu bertiga lari-larian kek bocah ucap candra yang baru saja sampai menyusul mereka, “aelah selow lah lagian cewenya gak kenapa-napa kan masih bisa bangun dan jalankan tuh cewe ucap yayan salah satu sahabat abyan, kampret lo pada ya tapi tu cewe tadi cantik juga sikapnya dan cara bicaranya halus aah jadi pengen cari cewe modelan begitu ucap candra, sadar woy sadar udah jomblo hobinya ngayal lagi ucap dirga kali ini sahabatnya abyan, dan abyan hanya tersenyum melihat tingkah keiga sahabtnya ini.           Waktu sudah menunjukkan sore hari dan sudah waktunya ayra dan keluarganya pulang kerumah karena memang mereka tidak ada niatan untuk menginap disana dikarenakan sang ayah yang harus bekerja besoknya, dan arka juga harus sekolah, bunda tidak ingin ayah dan arka kecape-an lalu tidak bekerja dan sekolah, akhirnya bunda mengajak sang ayah dan arka yang sedang asik memancing untuk pulang.           Sedang abyan, dirga, yayan dan juga chandra memutuskan untuk menginap dipenginapan dekat puncak karena terlalu lelah jika harus pulang hari itu juga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN