“mama ini namanya kota apa?” tanya Kanzie kepada Selena yang duduk di sebelah supir sebentar lalu kembali melihat jalanan yang di laluinya melalui kaca mobil.
“kita lagi ada di Downtown Core” jawab Selena sambil menoleh kebelakang menatap Kanzie yang bertanya.
“Kanzie pengen keliling ma” pinta Kanzie menatap Selena dengan berharap.
“boleh, tapi nanti tunggu hari libur” jawab Selena membuat Kanzie, Aslan dan Aydin tersenyum dengan mata berbinarnya.
“Selena” peringat Xavier karena dia tidak ingin Selena memberikan harapan yang tidak pasti kepada anak-anaknya.
“weekend?” tanya Aydin dengan mata berbinar dan senyuman tiga jarinya.
“nope, maksud mama liburan semester” jawab Selena dengan senyuman tiga jarinya.
“mamaa”
“maa”
“mama” desah mereka berbarengan sambil menatap Selena datar membuat Selena dan Xavier tersenyum geli.
*****
“kita sudah sampai” ucap supir yang memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk hotel.
“ayo keluar” ajak Selena membalikkan tubuhnya menghadap empat orang laki-laki yang berbeda generasi tersebut, setelah itu keluar dan membukakan pintu untuk krucilnya.
“ayo sayang keluar” ajak Selena yang diangguki ketiganya. Xavier? Dia sudah keluar bersamaan ketika Selena keluar tentu saja di bukakan oleh para staff yang sudah berbaris rapi menunggu kedatangan pemilik hotel.
“mama, acara papa disini?” tanya Aydin kepada Selena yang sedang melepas seatbelt di car seatnya.
“iya, tapi nanti malem sekarang kita istirahat dulu” jawab Selena setelah itu menggendong Aydin untuk keluar dari mobil, Aslan dan Kanzie sudah keluar melewati pintu satunya mengikuti Xavier.
“good afternoon Mr.Resendriya and miss Selena” sapa Seorang laki-laki dengan sopan kepada Xavier dan Selena.
“good afternoon Mr.Ahmad, nice to meet you” jawab Selena mengulurkan tangannya kepada laki-laki tersebut yang langsung di balas dengan senang hati olehnya. sedangkan Xavier membalasnya dengan anggukan saja.
“nice to me--”
“papa ayo masuk” ucap Aslan memotong perkataan Mr.Ahmad sambil menggoyangkan lengan Xavier.
“Aslan” peringat Selena kepada Aslan membuatnya cemberut.
“mama Aslan capek” adu Aslan yang dibalas dengan senyuman dan elusan kepala oleh Selena, karena dia tidak mau menegur Aslan di depan umum seperti ini jadi dia akan menunggu sampai mereka di kamar.
“sorry Mr.Ahmad. but, can we go to Mr.Resendriya’s room now? Because the kids seem to be tired” tanya Selena sopan dengan senyumannya.
“sure miss. Please go this way” jawab miss Ahmad sambil mempersilahkan Xavier untuk berjalan terlebih dahulu.
“thank you Mr.Ahmad, I’ll meet you later after escorting them to the room” ucap Selena sopan kepada Mr. Ahmad ketika mereka sudah sampai di depan lift yang berada di lantai kamar Xavier.
“no, miss that’s okay. just take your time” jawab Mr.Ahmad dan setelah itu berpamitan untuk pergi meninggalkan Selena dan Kanzie yang Selalu setia menggandeng tangan Selena.
“let’s go baby” ajak Selena tersenyum menatap Kanzie sambil memeluk pundaknya.
"Xavier aku balik ke kamar dulu" pamit Selena kepada Xavier yang merebahkan tubuhnya di sofa.
"Ngapain?" Tanya Xavier menatap Selena yang berdiri di depannya.
"Taro barang sekalian istirahat bentaran" jawab Selena sambil menepuk tasnya.
"Istirahat di sini aja presidential suite ada tiga kamar masih sisa dua" jawab Xavier sambil menunjuk pintu kamar yang tersisa.
"Anak-anak gimana?" Tanya Selena penasaran karena tidak melihat tiga krucilnya.
"Di kamar utama, jadi kamu bisa pakai salah satu dari kamar itu" jawab Xavier sambil menunjuk kamar yang dimaksud. Lagi.
"Yaudah kalau maksa" jawab Selena menaruh tasnya di single sofa lalu duduk di merebahkan tubuhnya di sebelah Xavier.
"Bener-bener...nggak ada malu-malunya yaa" ucap Xavier tiba-tiba dengan smirk nya.
"Apa? Siapa?" Tanya Selena menolehkan kepalanya menatap Xavier yang mendongakkan kepalanya ke atas.
"Kamu, bener-bener nggak ada malu-malunya padahal aku atasan kamu loh" ucap Xavier menatap Selena.
"Kenapa? Kan kamu tadi yang nyuruh kalau jam kerja Selesai boleh ngomong informal" ucap Selena membela diri.
"Emang gitu? Perasaan nggak gitu deh" jawab Xavier dengan mengerutkan dahinya, karena singatnya dia hanya membolehkan Selena memanggil namanya saja bukan berbicara informal. Tapi, ya sudahlah mungkin ini kesempatannya untuk melakukan pendekatan.
"Meskipun perasaan kamu nggak gitu tapi nyatanya emang begitu" saut Selena memutar perkataan Xavier.
"Dasar, pinter banget ngelesnya" gemas Xavier mengacak rambut Selena kasar.
"Sinian" perintah Xavier menyuruh Selena untuk mendekatinya
"Apa?" Tanya Selena bingung setelah duduk tepat di sebelah Xavier.
"Tahan ya,15 menit aja" ucap Xavier tiba-tiba lalu menaruh kepalanya di pundak Selena.yaa...itung-itung pdkt lah yaa.
"Xavier" panggil Selena sambil menggoyangkan bahu kanannya yang digunakan Xavier sebagai bantal.
"Hmm" jawab Xavier dengan dehemannya.
"Emangnya kita boleh kayak gini?" Tanya Selena karena jujur saja dia bingung hubungannya dengan Xavier adalah murni atasan dan bawahan tapi kalau seperti ini dia tidak tau apakah masih atasan dan bawahan atau bagaimana.
"He.em, kan udah Selesai jam kerja jadi bebas kamu mau anggap saya apa" jawab Xavier mengkode Selena berharap perempuan itu menyebutkan hubungan yang lebih dari sekedar hubungan atasan dan bawahan.
"Okay, let's be friends" ucap Selena excited
"Ap--pa fr--friends?" Kaget Xavier yang langsung menatap Selena tidak percaya.
"Apa? Kan katanya aku bebas anggap kamu apa aja" saut Selena bingung menatap Xavier.
"Udahlah, pasrah saya sama kamu nyesel saya ngode"ucap Xavier sambil menggelengkan kepalanya pusing melihat tingkah Selena yang ternyata hanya pintar dalam urusan pekerjaan sedangkan urusan beginian dia nol alias tidak bisa diharapkan.
"Iya aku tau, kamu ngode biar kita bisa jadi temen kan?!" Tanya Selena yang masih melanjutkan pembahasan tentang pertemanan.
"Terserah kamu deh" pasrah Xavier yang langsung pergi menuju kamar utama.
"Xavier ikut" ucap Selena yang berdiri dan berjalan cepat mengikuti langkah Xavier yang sangat-sangat lebar bahkan beberapa kali ketika di luar Selena sampai harus berlari untuk menyeimbangi langkah Xavier.
"Ngapain? Saya mau mandi" ucap Xavier dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Mandi mah tinggal mandi aja, orang akunya mau liat anak-anak" jawab Selena jujur sambil menatap wajah Xavier.
"Dasar" ucap Xavier sambil menggelengkan kepalanya sambil mengacak rambut Selena
"Jangan di acak terus nanti kusut" ucap Selena kesal menghempaskan tangan Xavier yang berada di kepalanya.
"Mamaa" panggil Aydin dari dalam kamar membuat Selena langsung bergegas masuk kedalam kamar yang notabenenya adalah milik Xavier.
"Kenapa sayang?" Tanya Selena setelah membuka pintu kamar di ikuti Xavier.
"I need your hug now" ucap Aydin mengulurkan kedua tangannya kearah Selena.
"Come here my baby boy" ucap Selena mendekati Aydin dan langsung memeluknya.
"Lohh...sayang, badan kamu kok anget ya?" Ucap Selena menyentuh kening Aydin lalu membawa tubuh Aydin untuk duduk di pangkuannya.
"Xavier tolong ambilin tas aku, ada termometer di sana" perintah Selena yang langsung dituruti oleh Xavier.
"Ini" ucap Xavier memberikan Kelly bag milik Selena kepada pemiliknya.
"Makasih, kamu mandi aja sekalian ajak Kanzie sama Aslan biar nggak lama" perintah Selena yang diangguki oleh Xavier.
"Ayo" ajak Xavier kepada Kanzie dan Aslan.
"Kanzie bisa mandi sendiri" ucap Kanzie yang masih duduk di samping Selena.
"Mandi sama papa ya sayang, berendem air hangat biar nggak sakit" pinta Selena menatap Kanzie hangat.
"Nggak cukup bathub nya" jawab Kanzie memberikan alasan.
"Ada Jacuzzi kalian berendem di sana biar seger, mama siapin bajunya nanti" perintah Selena yang langsung diangguki oleh Kanzie.
"Kalau ada apa-apa panggil saya" perintah Xavier sebelum pergi yang diangguki oleh Selena.
"Sebentar ya sayang mama cek dulu, adek baring di kasur dulu" pinta Selena yang di tolak oleh Aydin dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Yaudah kalo nggak mau, tapi jangan gini mama mau cek suhunya dulu sebentar" ucap Selena lalu menaruh termometer digital di telinga Aydin dan menunggunya Selama kurang lebih 15 detik sampai bunyi bip.
"37,3 normal kok. Pusing nggak?" Tanya Selena yang dibalas gelengan oleh Aydin.
"Habis ini makan ya, mama suapin" ucap Selena yang di balas anggukan oleh Aydin.
"Baring dulu, mama mau telfon room service dulu" perintah Selena membaringkan tubuh Aydin di kasur lalu menelfon bagian room service untuk memesan makanan.
"Mandi ya pake air anget, mama anter ke papa sama kakak-kakak" pinta Selena yang dibalas gelengan oleh Aydin.
"Biar enakan sayang, nggak usah lama-lama bentaran aja yaa" pinta Selena lagi yang kali ini diangguki oleh Aydin.
"Nice, ayo Mama anter ke papa" ajak Selena lalu menggendong Aydin menuju tempat dimana Jacuzzi berada.
"Xavier" panggil Selena sambil mengetuk pintu.
"Iyaa, bentar" jawab Xavier dari dalam lalu keluar menemui Selena yang sudah berdiri sambil menggendong Aydin.
"Suhunya normal 37,3 derajat. Kecapekan kayaknya kamu mandiin tapi jangan lama-lama" perintah Selena sambil memberikan Aydin kepada Xavier.
"Iya, kamu siap-siap aja" jawab Xavier yang diangguki oleh Selena setelah itu pergi untuk menyiapkan baju Xavier dan ketiga krucilnya. Setelah Selesai barulah dia pergi menuju kamarnya sendiri untuk bersiap-siap mandi dll.
Bersambung...