Revin segera memeluk Reyna dengan erat, dan mencium kepala Reyna. Revin yakin, Reyna tengah bingung dan takut kali ini. "Gak apa-apa, dek. Gak akan ada yang jadi tumbal. Percaya sama kakak." ujar Revin. Reyna mengangguk ragu, dan memeluk Revin dengan erat. Menyalurkan semua rasa ketakutan pada kakaknya. Dia berjanji akan melindungi kakaknya walau nyawa taruhannya. Begitu juga dengan Revin, berjanji hal yang sama dengan Reyna dalam hati. Mereka berdua terlihat sangat manis sekali. Sementara Reynand, masih tak bergeming, pikirannya berkecamuk, tentu ia harus bertanggung jawab dengan semua ini. Ternyata pergi ke desa ini, bukanlah hal yang benar. Namun, pergi kemanapun juga selama tak hati-hati tak bisa dianggap benar. "Aku gak mau kakak kenapa-napa." lirih Reyna. Revin menggeleng. "Bukt

