"Biar saya saja yang melunasi nya." Ucapan Raja sontak membuat mereka terlonjak kaget. Terutama Kayla dan keluarga nya.
"Silahkan Ibu masukan nomor rekening nya." Raja menyerahkan ponsel nya pada Ibu Sakha. Kemudian Ibu Sakha mengetikkan nomor rekening nya disana. Setelah selesai mengetikkan nomor rekening nya, Ibu Sakha lalu menyerahkan kembali ponsel milik Raja.
"Hebat juga ya kamu. Bisa menggoda begitu banyak lelaki lalu memanfaatkan nya." ledek Ibu Sakha sambil menatap Kayla dengan tatapan merendahkan.
"Saya rasa anda bisa segera pulang. Mengingat urusan anda dengan keluarga Kayla sudah selesai." ucap Raja dengan menatap tajam Ibu Sakha. Raja tak terima jika wanita yang di cintai oleh nya direndahkan seperti itu.
"Saya memang mau pulang ko. Siapa juga yang betah berlama-lama di tempat kumuh seperti ini. Sekarang aja badan saya udah gatal-gatal." Ibu Sakha menggerutu kesal karena perkataan Raja. Beliau lalu pergi meninggalkan rumah Kayla tanpa permisi.
Setelah kepergian Ibu Sakha, keluarga Kayla terutama Ayah Kayla akhirnya bisa bernapas lega. Karena kehadiran Ibu Sakha benar-benar membuat kepala Ayah Kayla terasa pusing.
Ayah Kayla menatap Raja dengan tatapan tak enak. Sungguh beliau merasa malu karena permasalahan keluarga nya terlihat oleh pihak luar. Apalagi Raja membantu keluarga nya dalam permasalahan nya ini. "Terima kasih Raja karena kamu sudah membantu keluarga kami. Maaf jika Om dan keluarga selalu merepotkan kamu."
"Tidak perlu sungkan Om. Raja ikhlas membantu Om dan sekeluarga. Lagipula Kayla kan juga teman Raja. Sudah sepatutnya Raja menolong teman yang sedang kesusahan." jawab Raja dengan tersenyum tulus.
"Pasti uang yang kamu berikan tadi uang untuk biaya kuliah kamu. Om benar-benar merasa ga enak sama kamu Raja. Om janji akan mengganti uang kamu secepat nya." ujar Ayah Kayla dengan raut wajah yang begitu bersalah.
Raja buru-buru menggelengkan kepala nya dengan cepat. "Tidak perlu terburu-buru Om. Om bisa mencicil nya jika sudah punya uang lebih. Soal nya itu bukan uang untuk biaya kuliah Raja. Jadi Om tidak perlu mengkhawatirkan nya."
Ayah Kayla tersenyum lega. "Sekali lagi terima kasih Raja. Om janji akan mencicil nya setiap bulan."
Raja menganggukan kepala nya. "Iya Om ga apa-apa. Kalau gitu Raja pamit pulang dulu."
"Masuk dulu Raja. Tante buatkan minum dulu." cegah Ibu Kayla ketika Raja akan beranjak pulang.
"Tidak perlu repot-repot Tante." tolak Raja dengan halus.
"Ngga ngerepotin ko. Yu masuk dulu. Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih keluarga kami." ujar Ayah Kayla.
"Baiklah kalau begitu." Akhirnya Raja pun menyetujui tawaran kedua Orang tua Kayla. Raja lalu berjalan beriringan bersama Ayah Kayla. Sementara Kayla dan Ibu nya berjalan di belakang nya.
****
Saat ini Raja sangat bahagia karena kedua Orang Tua Kayla memperlakukan nya dengan begitu hangat. Bahkan Ibu Kayla sampai membuatkan kue untuk Raja bawa pulang. Raja jadi tak sabar memamerkan kue pemberian Ibu Kayla pada keluarga nya. Mereka pasti heboh jika Raja membawa pulang kue buatan calon Ibu mertua nya tersebut. Ahh.. bolehkah Raja berharap jika kelak Ibu Kayla akan menjadi Ibu mertua nya. Dan Ayah Kayla menjadi Ayah mertua nya.
Namun harapan Raja akhirnya harus pupus saat mendengar deru mobil berhenti di depan rumah Kayla. Dan saat mengetahui siapa pemilik mobil tersebut harapan Raja lebih pupus lagi. Karena sang pemilik mobil itu tak lain dan tak bukan adalah Sakha. Sang kekasih hati Kayla.
Raja sampai mendengus sebal saat melihat Kayla yang daritadi diam di kamar nya, langsung keluar dan berlari kencang ketika Sakha datang.
Dan yang paling membuat Raja sebal yaitu ketika Kayla dan Sakha berpelukan dengan begitu erat di hadapan nya. Mohon diingat DIHADAPANNYA.
Tapi kejadian romantis itu akhirnya berakhir tragis ketika Ayah Kayla keluar dari rumah nya dan mengusir Sakha. Raja benar-benar harus berterima kasih pada Ayah Kayla karena telah menyelamatkan dia dari pemandangan yang menyakitkan mata dan hati nya seperti tadi.
Setelah Sakha pulang, Raja melihat Kayla dan Ayah nya bersitegang di luar rumah. Samar-samar Raja mendengar Ayah Kayla menyuruh Kayla untuk memutuskan hubungan nya dengan Sakha. Dan meminta Kayla untuk tidak bertemu lagi dengan Sakha. Namun Kayla dengan tegas menolak nya.
Tak lama kemudian Raja melihat Kayla berlari ke kamar nya sambil menangis lalu membanting pintu kamar dengan cukup keras hingga membuat Raja terlonjak kaget dan mengusap d**a nya.
Ayah Kayla masuk kembali ke dalam rumah lalu duduk di samping Raja. "Maaf Raja. Karena lagi-lagi kamu harus melihat kejadian yang tak mengenakan disini. Om benar-benar merasa malu karena permasalahan keluarga Om harus terlihat oleh kamu." ucap Ayah Kayla sambil menundukan wajah nya. Sungguh beliau merasa malu karena lagi-lagi Raja harus melihat permasalahan keluarga nya.
Raja lalu menepuk bahu Ayah Kayla dengan pelan. "Ngga apa-apa Om. Raja mengerti."
Ayah Kayla mendongkakkan wajah nya menatap mata Raja. "Raja, boleh Om bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Ayah Kayla dengan raut wajah begitu serius.
"Boleh Om. Memang Om mau bertanya apa?" Raja balik bertanya. Dia benar-benar begitu gugup dan deg-degan dengan pertanyaan yang akan Ayah Kayla utarakan.
"Kamu menyukai Kayla?" Pertanyaan Ayah Kayla sontak membuat tubuh Raja membeku seketika. Bagaimana bisa Ayah Kayla mengetahui perasaan nya pada Kayla. Apa Ayah Kayla bisa membaca pikiran orang lain? batin Raja dalam hati.
"Ke.. kenapa Om bertanya seperti itu?" tanya Raja dengan suara terbata-bata.
"Hanya ingin tau dan memastikan. Jadi, apa kamu menyukai Kayla?"
"Sebenarnya Raja bukan hanya menyukai Kayla, Om. Tapi Raja juga mencintai Kayla. Bahkan sangat mencintai nya. Maaf jika perkataan Raja terdengar begitu lancang." Raja menjawab sambil menundukan wajah nya. Saat ini dia begitu takut menatap wajah Ayah Kayla. Raja takut Ayah Kayla akan memarahi nya karena dia telah menjawab pertanyaan beliau dengan begitu lancang nya.
"Tidak masalah. Malah lebih bagus seperti itu." Perkataan Ayah Kayla sontak membuat Raja kembali terkejut.
"Lebih bagus? Maksud Om bagaimana?" tanya Raja tak mengerti.
Ayah Kayla lalu menatap mata Raja dengan begitu tajam hingga keringat bercucuran di pelipis Raja saking tegang nya. "Raja, apa kamu mau menikah dengan anak saya Kayla?"
"Hah?? Menikah??" Raja berteriak kencang saking terkejut nya.