Sepuluh

1152 Kata
"Bro, nongkrong dulu yu!!! Udah lama nih kita ga nongkrong bareng." ajak Ahmad pada teman-teman nya yaitu Raja, Adit, Imam dan Abdul. Saat ini mereka sedang berada di area parkir kampus, bersiap untuk pulang. "Kayak nya gue ga bisa. Gue mau langsung pulang aja. Soal nya nanti malam gue mesti nemenin bokap ke acara rekan bisnis nya." tolak Raja dengan halus. Pasal nya dia telah berjanji pada Ayah nya untuk menemani beliau malam ini. "Yah.. ga seru dong ga ada lu." sahut mereka sedikit kecewa. Soal nya setelah kejadian di cafe waktu itu mereka belum nongkrong bersama Raja lagi. "Sorry deh. Besok aja gimana?" usul Raja pada teman-teman nya.    Mereka lalu mengangguk setuju. "Ok deh besok aja." "Ya udah kalau gitu gue cabut duluan ya. Gue mau siap-siap dulu soal nya." pamit Raja. "Ok siip. Hati-hati ya bro!!" sahut mereka serentak.    Raja lalu melajukan motor nya meninggalkan area kampus. Namun saat di perjalanan pulang Raja tak sengaja melihat Ayah nya Kayla. Beliau tengah duduk di sebuah halte. Raja lalu menghentikan motor nya tepat di depan halte tersebut. "Assalamu'alaikum Om." ucap Raja memberi salam. Ayah Kayla lalu mendongkakkan wajah nya ketika mendengar ada seseorang yang mengucapkan salam padanya. "Siapa ya?" tanya Ayah Kayla keheranan.    Raja turun dari motor nya lalu duduk di samping Ayah Kayla. "Saya Raja, Om. Saya temen nya Kayla."    Ayah Kayla terlihat berfikir. Beliau mencoba mengingat nama tersebut. Senyum pun terukir dari wajah nya saat mengingat Raja. "Oh ya!! Saya baru ingat.. Kamu yang waktu itu pernah mengantar Kayla pulang kan?"    Raja menganggukkan kepala nya dan tersenyum senang mengetahui Ayah Kayla masih mengingat nya. "Maaf ya Om lupa. Maklum udah berumur." ujar Ayah Kayla. "Iya Om ga apa-apa." "Raja habis darimana?" tanya Ayah Kayla ketika melihat penampilan Raja yang begitu rapi. Sangat berbeda dengan penampilan saat mengantar Kayla pulang waktu itu. "Saya baru pulang kuliah, Om."    Ayah Kayla membulatkan mata nya tak percaya. Beliau begitu terkejut dengan pengakuan Raja barusan. "Raja kuliah?" "Iya Om saya kuliah sambil kerja. Sama seperti Kayla. Lumayan lah pendapatan dari hasil kerja bisa buat tambah-tambah uang kuliah." Raja menjelaskan dengan semangat nya. "Wah hebat itu." puji Ayah Kayla yang membuat Raja tersenyum malu-malu. Raja begitu bahagia karena Ayah Kayla memuji dirinya. "Alhamdulillah, Om. Oh ya, Om sedang apa disini?" Raja balik bertanya. "Om lagi nunggu angkot. Mau pulang kerumah. Nih abis pulang kerja." jawab Ayah Kayla sambil menunjukkan seragam pabrik nya. "Om kerja dimana?" tanya Raja kembali. "Itu di pabrik yang di sebrang sana." Ayah Kayla menunjuk sebuah pabrik yang terletak di sebrang halte.    Raja menganggukan kepala nya mengerti. "Mau pulang bareng Raja aja? Kebetulan arah kita sama Om. Raja tinggal di Riung Bandung." Raja menawarkan dirinya. "Nanti ngerepotin Raja lagi." sahut Ayah Kayla sambil tersenyum tak enak. "Ngga kok Om. Sama sekali ngga ngerepotin."    Ayah Kayla lalu menganggukan kepala nya tanda setuju. "Baiklah kalau begitu. Terima kasih ya Raja." "Iya Om sama-sama." ucap Raja. Dia lalu berjalan menuju motor nya mengambil helm untuk Ayah Kayla. Setelah itu Raja menyerahkan helm tersebut pada Ayah Kayla. "Ini helm nya, Om." "Terima kasih." ucap Ayah kayla. Beliau lalu memasangkan helm tersebut. Setelah itu beliau menaiki motor Raja. ****    Sesampainya dirumah, Ayah Kayla disambut oleh kejadian yang tak mengenakan. Dimana Istri dan Anak perempuan nya tengah bertengkar dengan seorang Ibu-ibu yang berdandan bak sosialita.    Ayah Kayla lalu berlari menghampiri mereka untuk memisahkan pertengkaran tersebut. "Ada apa ini? Ibu siapa? Kenapa Ibu memarahi anak saya seperti itu?" "Jadi dia anak anda?" tanya Ibu-ibu tersebut saat pertengkaran itu terhenti.    Ayah Kayla menganggukan kepala nya. "Iya saya Ayah nya Kayla. Ibu siapa? Kenapa Ibu memarahi anak saya?" tanyanya kembali.    Ibu-ibu tersebut lalu memandang Ayah Kayla dari atas sampai bawah sambil tersenyum mengejek. "Bilang sama anak anda untuk menjauhi anak saya." "Menjauhi anak Ibu? Memang siapa anak Ibu?" tanya Ayah Kayla tak mengerti. "Sakha. Anak saya Sakha Sandika Malik. Dan harus anda tau, Sakha adalah anak dari Malik Ahmad yang merupakan Menteri dalam negeri saat ini." jawab Ibu-ibu tersebut dengan nada sombong nya. "Baik. Saya akan pastikan anak saya menjauhi anak Ibu." tegas Ayah Kayla yang langsung membuat Kayla terkesikap dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh Kayla belum siap kehilangan Sakha. Karena Kayla begitu mencintai Sakha. "Saya pegang kata-kata anda. Dan satu lagi. Saya minta anda mengembalikan uang anak saya." ujar Ibu-ibu tersebut yang ternyata adalah Ibu dari Sakha.    Mendengar penuturan Ibu Sakha sontak membuat Ayah dan Ibu Kayla terlonjak kaget. "Uang? Uang apa? Saya ga pernah meminjam uang dari anak Ibu." protes Ayah Kayla tak terima dengan tudingan Ibu dari Sakha tersebut. "Bukan anda. Tapi anak anda. Selama ini Sakha selalu memberi uang pada anak anda. Mulai dari biaya kuliah sampai yang terakhir itu Sakha memberi anak anda uang lima juta." jelas Ibu Sakha sambil menatap tajam Kayla. "Kayla, kamu bisa menjelaskan pada Ayah?" tanya Ayah Kayla pada anak nya tersebut. "Maaf Ayah. Sakha memang beberapa kali membantu Kayla membayar biaya kuliah. Sakha juga memberikan Kayla uang lima juta itu. Uang itu Kayla gunakan untuk menebus motor Ayah yang digadai." jawab Kayla sambil menundukan wajah nya. Kayla tak sanggup jika harus menatap wajah Ayah nya yang sangat kecewa saat ini. "Astagfirullah Kayla. Kenapa kamu ga cerita sama Ayah?" Ayah Kayla menggeram kesal sambil mengepalkan kedua tangan nya. "Maafin Kayla, Yah. Kayla salah. Tapi Kayla sering menolak bantuan dari Sakha. Namun Sakha selalu memaksa." Kayla membela dirinya. Karena memang itulah kenyataan yang sebenarnya. Dia tak ingin Ibu Sakha terus memojokannya seperti itu. "Jadi kamu sekarang menyalahkan anak saya? Anak saya ga mungkin memberikan kamu uang sebanyak itu kalau kamu ga berusaha menggoda nya. Kamu itu memang wanita penggoda." ejek Ibu Sakha yang sontak menyulut emosi Ibu dari Kayla. "Anak saya bukan w*************a!!!" teriak Ibu Kayla yang mulai tersulut emosi nya. "Lalu apa lagi nama nya kalau bukan w*************a??? Anak saya ga mungkin memberikan uang sebanyak itu jika anak anda tidak menggoda anak saya!!!" Ibu Sakha balas beteriak. "Sudah!! Cukup!!" Ayah Kayla setengah membentak Ibu Sakha. Beliau begitu kesal dengan ucapan Ibu Sakha pada anak perempuan nya. "Berapa hutang anak saya pada Sakha? Biar saya melunasi nya." tanya Ayah Kayla dengan raut wajah kecewa nya. "Sekitar tujuh belas juta." jawab Ibu Sakha dengan tersenyum mengejek.    Ayah Kayla menganga tak percaya dengan ucapan Ibu Sakha. "Apa?? Tujuh belas juta?" tanya nya dengan ekspresi yang begitu kaget. "Iya tujuh belas juta. Dan saya ingin anak anda membayar nya saat ini juga." "Saya akan mencicil nya." ucap Ayah Kayla dengan suara yang begitu lirih. "Mencicil? Saya ingin anda atau anak anda melunasi nya sekarang. Bukan dicicil." protes Ibu Sakha tak terima. "Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu." ujar Ayah Kayla dengan suara yang begitu lemah. "Saya tidak peduli." sahut Ibu Sakha dengan tampang dingin nya.    Melihat pertengkaran di depan mata yang tak ada ujung nya, akhir nya membuat Raja berjalan mendekat pada mereka. "Biar saya saja yang melunasi nya."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN