Sembilan

1032 Kata
"Jadi Kayla sama Sakha udah putus?" Tanya Raja memastikan. Dia masih belum percaya dengan informasi yang diberikan oleh orang kepercayaan nya tersebut. "Betul tuan muda. Menurut informasi yang kami dapatkan mereka sudah putus lama." Jawab Dani yang merupakan orang kepercayaan keluarga Raja. "Udah putus lama? Ko aneh ya." Raja bergumam pelan namun suara nya masih dapat terdengar oleh Dani. "Aneh kenapa tuan muda?" Tanya Dani tak mengerti. "Kemarin aku liat dengan mata kepalaku sendiri kalau mereka berpelukan mesra. Masa iya udah putus tapi masih mesra kayak orang pacaran." Ketus Raja dengan wajah yang kesal ketika mengingat hal itu. "Apa mungkin mereka backstreet?" Perkataan Dani sontak membuat Raja menolehkan kepala nya dengan cepat ke arah Dani. "Backstreet? Buat apa mereka ngejalanin hubungan backstreet? Bukannya kata kamu mereka pacaran udah lama dari masih SMA." Tanya Raja antusias. "Menurut informasi yang kami dapatkan hubungan Sakha dengan Kayla ditentang oleh orang tua dari Sakha. Maka dari itu mereka memutuskan untuk berpisah. Kemungkinan besar mereka masih menjalin hubungan tapi tanpa sepengetahuan orang tua Sakha." Ucap Dani menjelaskan. "Apa orang tua Sakha tidak menyetujui hubungan anak nya dengan Kayla karena faktor ekonomi?" Raja bertanya terus menerus. Dia begitu penasaran dengan hubungan Kayla dan Sakha. "Sepertinya begitu tuan muda. Tuan muda seperti tidak mengenal siapa itu Malik Ahmad."    Raja langsung mendengus sebal ketika mendengar nama itu. "Orang tua itu memang sangat menyebalkan. Dia begitu sombong dan selalu merendahkan orang lain. Apalagi semenjak dia masuk ke jajaran kabinet periode sekarang. Dia lebih sombong lagi. Yang lebih parah nya dia merupakan seorang penjilat ulung." "Aku masih ingat waktu dia datang bertamu kerumah dan mengira aku tukang kebun disini gara-gara aku lagi nyiram tanaman. Lalu dia dengan seenaknya menyuruh aku ini itu. Dan kamu mau tau apa yang terjadi selanjutnya, Dan?" Raja menggantungkan ceritanya. "Memang apa yang terjadi selanjutnya Tuan muda?" Tanya Dani sangat penasaran. "Setelah aku mengikuti kemauan dia, aku kan langsung pergi mandi lalu ganti baju karena ada jadwal manggung. Nah pas aku turun ke bawah, Ayah manggil aku lah buat dikenalin sama itu orang tua nyebelin. Kamu tau? Wajah dia langsung pucat pasi pas tau aku anaknya Hartadi. Haha.." Raja langsung tertawa terbahak-bahak ketika mengingat hal itu. Dani pun melakukan hal serupa. Dia ikut tertawa mendengar cerita Raja tentang Malik Ahmad. "Lalu bagaimana rencana Tuan muda setelah mengetahui hal ini? Apa mau tetap berjuang untuk mendapatkan Kayla atau menyerah begitu saja?" Pertanyaan Dani sontak membuat Raja langsung menghentikan tawa nya. "Aku ga tau, Dan. Aku bingung." Desah Raja dengan raut wajah sedih. "Kenapa harus bingung? Kalau Tuan muda benar mencintai dia ya harus terus berjuang." Ucap Dani mencoba menyemangati Raja. "Masalah nya aku ga mau ngerebut milik orang lain. Kecuali kalau mereka beneran udah putus baru deh aku maju. Tapi kenyataan nya kan mereka masih pacaran. Ya udah aku mundur aja." Ujar Raja sambil tersenyum getir. "Tuan muda begitu baik. Tuan tenang saja. Kalau memang dia jodoh yang dipersiapkan Allah buat Tuan muda, pasti kalian akan dipersatukan bagaimana pun caranya." "Aamiin. Terima kasih untuk dukungan nya, Dan." Ucap Raja sambil tersenyum tulus pada Dani. ****    Hari senin sampai dengan hari jum'at merupakan hari kemerdekaan untuk Sakha. Bagaimana tidak, kedua orang tua Sakha sedang berada di rumah dinas nya di Jakarta pada hari-hari tersebut. Itu artinya dia bebas bertemu dengan kekasih nya, Kayla.    Dan sekarang dia sedang bersandar di depan kap mobilnya menunggu Kayla pulang kerja sambil memainkan ponsel nya. Kehadiran Sakha di depan cafe tempat Kayla bekerja menarik perhatian beberapa pengunjung cafe. Mereka dibuat terpesona oleh Sakha yang memiliki wajah sangat tampan dengan mata yang sipit seperti oppa-oppa korea dan berkulit putih bersih. Dan jangan lupakan lesung pipi nya yang membuat kadar ketampanannya bertambah. "Halo sayang. Gimana kerjaan hari ini?" Tanya Sakha ketika Kayla baru saja keluar dari dalam cafe. Sakha lalu membukakan pintu mobil nya untuk Kayla. "Cape banget. Soalnya cafe lagi rame-rame nya sayang." Jawab Kayla dengan raut wajah yang lelah. "Jangan terlalu cape sayang. Aku ga mau kamu sakit." Omel Sakha ketika dia telah duduk di balik kemudi. Sakha lalu melajukan mobilnya membelah jalanan kota Bandung. "Oh ya sayang, besok Andrew ngadain birthday party. Dia ngundang aku sama kamu. Pokonya kamu harus dateng bareng sama aku." Ajak Sakha sangat antusias. "Maaf sayang. Tapi kayaknya aku ga bisa." Tolak Kayla dengan tatapan menyesal. "Loh kenapa ga bisa? Besok kan kamu libur kerja." Protes Sakha sedikit kecewa. "Aku lembur kerja sayang. Soalnya aku harus ngumpulin uang buat nebus motor Ayah yang digadai." Jelas Kayla dengan raut wajah sedih. "Kalau gitu biar aku aja yang nebus motor ayah kamu. Jadi biar besok kita bisa pergi ke birthday party nya Andrew." Usul Sakha yang langsung ditolak oleh Kayla. "Jangan sayang. Aku udah sering banget nyusahin kamu. Kali ini biar aku aja yang berusaha sendiri." "No Kayla sayang. Kamu ga pernah nyusahin aku sedikit pun. Please terima bantuan aku. Aku ga mau datang sendiri ke birthday party tanpa kamu. Mending aku ga usah dateng aja sekalian." Tegas Sakha tak ingin dibantah. "Yah.. jangan gitu sayang. Ga enak nanti sama Andrew kalau kamu ga datang. Kalian kan bersahabat dari SMA." "Ya makanya kamu harus mau terima bantuan aku. Jadi besok kamu ga perlu lembur. Kamu nemenin aku ke birthday party Andrew aja."    Akhirnya Kayla pun mengangguk pasrah. Dia tak enak pada Andrew kalau Sakha tak datang ke acara nya hanya karena dia tak bisa datang menemani Sakha. "Yaudah iya." "Nah gitu dong. Thank's sayang." Sakha lalu tersenyum puas karena pada akhirnya Kayla menyetujui keinginannya. ****    Di tempat lain, nyonya Arumi yang merupakan Ibu dari Sakha terlihat marah besar. Dia terus saja memandangi beberapa lembar foto yang berada di atas meja kerja nya. "Jadi mereka masih sering bertemu?" Tanya nyonya Arumi pada seseorang di depan nya yang merupakan orang suruhan nya tersebut. "Lebih tepatnya mereka masih berhubungan." Jawab orang suruhannya tersebut.    Mendengar pernyataan orang suruhannya tersebut sontak membuat nyonya Arumi murka. "Maksud kamu berpacaran? Mereka masih berpacaran begitu?" Tanya nya memastikan. "Iya nyonya. Mereka masih berpacaran." "Keterlaluan Sakha. Berani-beraninya dia berbohong pada orang tua nya sendiri." Geram nyonya Arumi. "Edo!!! Segera siapkan mobil. Kita harus pulang ke Bandung hari ini." Perintah nyonya Arumi pada orang kepercayaannya. "Baik nyonya." Jawab Edo. Dia lalu berjalan keluar dari ruangan nyonya Arumi dan segera menyiapkan mobil untuk perjalan ke Bandung hari ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN