Delapan

988 Kata
   Setelah melihat Kayla berpelukan dengan lelaki lain di depan matanya, Raja langsung turun dari atas panggung dan berjalan keluar dari cafe. Karena saat ini Raja butuh udara segar untuk mendinginkan hatinya yang mulai memanas. Adit, Ahmad, Imam dan Abdul pun segera berjalan mengikuti dibelakang Raja karena saat ini mereka begitu mengkhawatirkan Raja.    Raja duduk di kursi luar cafe diikuti oleh keempat temannya. Dia mengusap wajah nya dengan kasar lalu memegang d**a nya yang begitu sesak dan nyeri saat ini. Raja berulang kali menarik nafas lalu menghembuskannya dengan perlahan. Berharap rasa sesak itu berkurang bahkan hilang. Namun ternyata tidak berkurang sedikit pun. Sungguh ini pertama kalinya Raja mengalami jatuh cinta. Tapi malah berakhir dengan patah hati. Dan rasanya begitu menyakitkan. Apalagi dia harus kalah sebelum berperang karena pujaan hati nya ternyata sudah memiliki seorang kekasih.    Raja memang begitu jatuh cinta pada Kayla bahkan bisa dibilang tergila-gila oleh wanita itu. Namun Raja juga tak ingin merebut milik orang lain. Karena itu bukanlah sifatnya. Ayah dan Ibu Raja selalu mengajarkan dia untuk tidak merebut milik orang lain apapun bentuknya. Mereka juga selalu mengajarkan Raja bahwa kita harus mengikhlaskan sesuatu hal yang memang bukan untuk kita. Dan mungkin itulah yang akan Raja lakukan saat ini. Mengikhlaskan Kayla walau nyatanya itu sulit dan menyakitkannya.    Adit yang duduk disebelah Raja menepuk bahu sahabatnya tersebut mencoba memberikan semangat. Adit tau perasaan Raja saat ini pasti begitu sakit. Karena Raja paling dekat dengan Adit dibanding teman lainnya. Jadi Adit tentu tau bagaimana perasaan Raja saat ini. "Sabar bro.. Kalau jodohnya mah ga bakalan kemana." Ucap Adit menyemangati sahabat nya tersebut. Raja hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Adit. "Eh kalian merhatiin cowok yang sama Kayla tadi ga? Mukanya familiar banget ga sih?" Ahmad bertanya pada teman-temannya. Imam, Abdul dan Adit mencoba mengingat kembali wajah cowok yang bersama Kayla. Sementara Raja enggan memikirkan hal tersebut karena menurutnya itu sama sekali tidak penting. "Oh ya gue baru inget. Cowok tadi itu Sakha anak fakultas Hukum di kampus kita." Imam menjawab pertanyaan Ahmad. "Sakha Sandika Malik? Si most wanted itu? Yang anak nya Menteri dalam negeri?" Ahmad dan Abdul bertanya dengan hebohnya. Adit segera menendang satu persatu kaki ketiga temannya itu lalu memberi kode pada mereka agar tak membahas masalah tersebut. Melihat kode yang Adit berikan membuat Imam, Ahmad dan Abdul mengatupkan bibir nya bersamaan sambil melirik ekspresi Raja saat ini. Terlihat Raja menghela nafas nya panjang lalu bangkit dari duduknya. "Gue cabut duluan ya." Raja berpamitan pada keempat temannya dengan senyum sedikit dipaksakan. Keempat teman Raja hanya menganggukan kepalanya sambil menatap Raja. Mereka tiba-tiba bingung harus berbicara apa.    Setelah Raja pergi dari hadapan mereka, keempat teman Raja langsung heboh menyalahkan satu sama lain. "Lo sih malah ngomong kalau si Sakha cowok most wanted di kampus kita. Jadi pergi kan tuh anak. Kayaknya sekarang dia patah hati berat." Gerutu Adit pada Ahmad dan Abdul. "Lah gue sama Abdul kan cuma nanya aja. Mastiin apa bener Sakha itu apa bukan. Gue ga tau kalau efek nya bakal buat Raja tambah patah hati." Balas Ahmad dengan raut wajah penyesalan. "Udah kita jangan bahas masalah si Sakha Sakha itu. Yang penting kita fikirin gimana caranya balikin mood si Raja lagi. Beberapa hari kedepan tuh anak pasti mood nya bakalan ancur banget." Ujar Imam pada ketiga temannya. "Iya juga sih. Yaudah besok kita temuin Raja. Kita hibur dia bareng-bareng. Sekarang biarin dia sendiri dulu buat ngeredain emosi nya." Usul Ahmad yang langsung diangguki dan disetujui oleh yang lainnya. ****    Sesampainya dirumah, Raja berjalan dengan langkah gontai dan raut wajah yang begitu lesu. Semua itu tak luput dari penglihatan Ayah, Ibu dan kedua Kakak Raja. Mereka bisa menebak kalau rencana pernyataan cinta Raja pasti tak berakhir dengan baik dilihat dari ekspresi Raja saat ini. Bahkan Raja terus berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan kehadiran orang tua dan kedua Kakak nya. "Kasian anak kita, Yah. Padahal baru aja dia ngalamin apa itu namanya jatuh cinta. Tapi malah berakhir dengan patah hati. Ibu jadi ga tega ngeliat Raja sedih kayak gitu." Ibu Raja berucap dengan lirih. "Ayah juga sama ga tega. Tapi ya mau bagaimana lagi. Anggap saja itu latihan buat Raja agar kedepannya dia bisa lebih kuat menghadapi suatu masalah dan lebih berusaha lagi untuk mendapatkan apa yang dia mau. Karena selama ini kan Raja selalu mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah." Ujar Ayah Raja berusaha menenangkan istrinya tersebut. "Semoga aja Raja bisa cepat bangkit dari patah hatinya." Ucap Kak Larasati yang langsung diamini oleh kedua orang tua Raja dan Kak Cantika. ****    Sejak masuk kedalam kamarnya, Raja hanya berguling-guling di tempat tidurnya. Dia berusaha memejamkan matanya berharap bisa tertidur lelap namun tak bisa. Padahal hari telah larut malam. Raja masih terbayang-bayang kejadian hari ini. Dimana Kayla tengah berpelukan dengan laki-laki yang diketahui bernama Sakha tersebut.    Karena terus merasa gelisah, Raja lalu bangkit dari tidurnya. Dia berjalan menuju cermin dan berdiri di depannya. Raja lalu memutar tubuhnya di depan cermin besar tersebut. "Gue ganteng ko. Badan gue bagus. Hidung? Mancung. Bibir? Seksi. Mata? Tajam banget. Secara keseluruhan gue lebih perfect dibanding dia. Dia cuma punya kulit putih doang kayak vampire." Raja berbicara pada dirinya sendiri. Saat ini dia sedang membandingkan dirinya dengan Sakha. "Arggghhh.. Tapi kenapa Kayla malah sama si Sakha itu?" Raja berteriak dengan frustasi. "Pokoknya gue harus cari tau ada hubungan apa sebenernya antara Kayla sama Sakha. Syukur-syukur mereka cuma temen deket belum pacaran. Jadi gue masih ada kesempatan. Ya kalau udah pacaran semoga mereka cepet udahan biar gue bisa langsung maju." Sambung Raja dengan tersenyum smirk. Raja lalu mengambil ponselnya yang berada diatas tempat tidur dan segera menghubungi seseorang. Setelah tersambung, Raja segera berbicara pada seseorang tersebut. "Kalian harus cari tau ada hubungan apa Sakha Sandika Malik yang anaknya Menteri dalam negeri dengan gadis bernama Kayla. Gue ga mau tau besok informasi itu harus udah ada. Kalau ngga, kalian siap-siap aja terima akibatnya." Perintah Raja pada seseorang tersebut. Setelah itu dia mematikan ponsel nya dan melempar ponsel tersebut hingga berserakan menjadi beberapa bagian diatas lantai kamar tidurnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN