Kalani sedang menunggu Bhumi di meja makan ketika mendengar seruan Bhumi memanggil nama Alika. Kalani mengernyit dan segera naik ke atas. Ia takut jika terjadi sesuatu pada Alika. Kalani berhenti di depan kamar dan setengah mulutnya reflek terbuka. Faya menoleh ke arahnya dan tersenyum. Wajahnya telah penuh dengan fondation, bedak, lipstik, dan segala make up Kalani yang lain. Alika hanya duduk diam sambil melipat tangan, tak peduli pada Bhumi yang tengah menatapnya tajam. "Faya? Make up tante kenapa di bawah semua?" Kalani menatap nanar peralatan make up nya yang telah tak berbentuk. Ada lipstik yang patah, bedak pecah, dan lain-lain. Kalani tidak mengira jika diamnya Faya dan Alika di atas karena melakukan ini. "Faya yang minta. Dia bilang mau jadi princess. Iya, kan, Fay?" Faya

