Kalani berdiri dengan melipat tangan di dekat kitchen island. Sedari tadi ia hanya menunduk diam. Sementara itu, Bhumi duduk di sofa sembari menatap Kalani. Bhumi tahu masalah yang diperbuat Alika kali ini fatal. Saat mendengar suara mobil, Bhumi langsung berjalan ke depan. Kalani dari dalam dapat mendengar suara Alika dan Cici. Tak lama kemudian, Bhumi masuk bersama Alika. Alika tampak melirik ke Kalani. "Sini, kamu." Bhumi membawa Alika berdiri di dekat kitchen island juga. "Ini perbuatan kamu, kan?" Bhumi menunjuk bagian maket yang tidak sengaja terinjak Kalani tadi. Alika hanya menatapnya sebentar, lalu mengunci bibir rapat-rapat. "Alik, jawab yang jujur. Kamu ngerusakin maketnya Tante Kalani?" Alika masih tak menjawab. "Ayah nggak pernah ngajarin kamu jadi anak nakal gini

