Semesta ke-Dua Puluh

1850 Kata

Bhumi mengetuk pintu rumah Arum tak sabaran. Ia harus memastikan jika Alika ada di sini. Jika Alika tidak ada di sini, Bhumi harus mencarinya lagi, meski ia tidak tahu harus ke mana. Pintu terbuka dan tampak Arum dengan pakaian tidurnya. Arum sepertinya tidak terkejut dengan kehadiran Bhumi. "Alika di sini, kan?" "Dia nggak mau ketemu kamu." "Suruh Alika keluar, aku harus ngomong sesuatu sama dia." "Kamu nggak dengar, Mas, Alika nggak mau ketemu kamu." Bhumi mengangguk. Dia lalu bergerak hendak menerobos pintu, namun segera ditahan oleh Arum. "Kamu apa-apaan, sih? Aku udah bilang Alika nggak mau ketemu kamu!" "Alika anakku, dan aku mau ngomong sama dia." "Kayaknya kita yang perlu ngomong." Arum menoleh sejenak ke dalam, ia lalu menutup pintu. "Aku nggak ngerti kenapa kamu bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN