Semesta Ke-sembilan

2046 Kata

Dering ponsel membuat Arum meletakkan laptopnya. Dia menjawab panggilan yang ternyata dari Alika. "Halo Alika. Kenapa, Sayang?" "Tante Arum di rumah nggak, ya?" "Iya, emangnya kenapa?" "Aku sama Faya mau ke situ, ya?" "Mau ngapain ke sini?" "Aku mau cerita sesuatu sama Tante. Faya juga katanya mau main boneka sama Tante. Boleh, kan?" "Ayah kamu emang nggak kerja? "Aku sama Faya aja, Tante. Nanti kita naik taksi jadi Ayah nggak perlu nganter. Soalnya Ayah juga masih di kantor." "Bukannya ini tanggal merah?" "Iya, tapi Ayah bilang dia ada meeting, Tante. Aku sama Faya boleh ke sana, kan?" "Boleh, dong. Kamu langsung ke sini aja." "Oke Tante! Bye!" "Bye, Sayang." Arum menutup panggilan. Seketika wajahnya berubah. Dia yang tersenyum sepanjang mengobrol dengan Alika langsung men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN