Semesta Ke-sepuluh

2043 Kata

Alika menggigit bibir dengan tangan memainkan ujung baju gelisah. Dia berdiri bersandar di dinding lobi rumah sakit. Alika sangat bingung dan khawatir sekarang. Ketika mengalami reaksi alergi, Kalani berusaha memberi isyarat pada Bhumi agar pergi ke mobilnya. Beruntung Bhumi paham dan bergegas ke mobil Kalani. Setelah menemukan epipen di sana, Bhumi langsung membawanya ke Kalani. Kalani memang sempat memakai epipen miliknya, namun dia masih tidak sadarkan diri. Bhumi yang khawatir segera membawa Kalani ke rumah sakit. "Kak, Tante Kala nggak kenapa-kenapa, kan?" Faya menarik kaus yang dikenakan Alika. Alika menggigit kuku dan menggeleng cemas. "Kakak nggak tahu." "Kak, kalau Tante Kala mati gimana?" Alika reflek menoleh ke adiknya. "Kamu jangan ngomong gitu, dong!" Alika menyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN