Alika tidak percaya dengan apa yang keluar dari bibir Bhumi. "Ayah udah mikirin mateng-mateng. Ayah akan nikah sama Tante Kalani." "Kenapa gitu? Perjodohan ini kan udah batal, Yah. Ayah nggak harus nikah sama dia!" Bhumi menghela nafas. "Ini keputusan Ayah, Kak. Ayah akan nikah sama Tante Kalani karena kemauan Ayah, bukan karena perjodohan atau apapun itu. Menikah sama Tante Kalani adalah pilihan terbaik sekarang." "Terbaik buat siapa? Buat Nenek? Atau buat Ayah?" "Buat kamu sama Faya juga." Alika menggigit bibir dalamnya, berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh. "Ternyata Ayah emang udah nggak sayang sama Bunda," ujar Alika sebelum berlari ke kamar dan membanting pintu. Bhumi yang tak sempat menahan Alika hanya mendesah pelan. Dia tahu jika berbicara dengan Alika pasti

