Semesta ke-Dua Puluh Empat

1407 Kata

Kalani mengecup kening Faya yang telah terlelap. Tadi tumben sekali Faya minta ditemani hingga ia tidur. Tentu saja Kalani tidak bisa menolak permintaan gadis itu. Kalani memperbaiki selimut Faya sebelum ia keluar dari kamarnya. Kalani kemudian naik untuk menuju ke kamarnya. Bhumi sendiri sudah naik sejak selesai makan malam. Kalani membuka pintu dan tersenyum saat melihat Bhumi sedang duduk sambil menonton televisi. "Faya tumben susah tidur. Tadi aku bacain dua buku baru merem. Pas aku keluar juga lampu kamar Alika udah mati, mungkin fia udah tidur." Bhumi hanya mengangguk menanggapi kalimat Kalani. Kalani yang merasa canggung naik ke kasur. Ia merangkak pelan ke bagian kanan kasur yang jadi bagiannya. Kalani hanya duduk di atas ranjang memandangi punggung Bhumi. "Kamu ada request n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN