Kalani mengelus pelan rambut legam milik Bhumi. Bhumi memeluknya erat dengan kepala tenggelam di d**a Kalani. Sudah hampir lima belas menit sejak Kalani bangun, namun ia tidak segera membangunkan Bhumi. Kalani menikmati waktu ini lebih lama lagi. "Nanti kamu berangkat kerja?" suara serak Bhumi membuat Kalani menunduk. "Kamu udah bangun." Kalani menghentikan gerakan tangannya. Bhumi langsung mendongak dan memindahkan tangan Kalani kembali ke kepalanya. "Kenapa berhenti?" "Aku kira kamu nggak nyaman, makanya kebangun." Tangan Kalani kembali memainkan rambut Bhumi. Ia mengelus, menyugar, dan beberapa kali menggulung rambut Bhumi. "Kamu berangkat ke kantor?" ulang Bhumi karena pertanyaannya yang pertama belum dijawab. "Iya kayaknya. Ini masih pagi banget, masih sempat buat ke kant

