"Aku terpaksa waktu itu. Kalau aku nggak nurutin kemauan bosku, karir aku bakal hancur, Kal." "Dan kamu milih buat ngehancurin aku daripada karir kamu?" Andra menghela nafas. "Aku beneran cinta sama kamu. Oke, aku salah karena ngelakuin itu di belakang kamu, tapi aku serius cinta sama kamu." "Kalau kamu cinta sama aku, kamu nggak mungkin ngelakuin itu sama, mana laki-laki, lagi." "Aku udah bilang aku terpaksa." Andra memasang wajah memelas. "Aku mau tegasin sekali lagi ke kamu, hubungan kita udah selesai. Kalau kita ketemu lagi kayak gini, aku harap kamu bisa biarin aku sendiri. Ketemu sama kamu tuh mimpi buruk buat aku." "Kal, kamu ngizinin aku ngejelasin, harusnya kamu dengerin penjelasan aku. Aku waktu itu terpaksa dan aku masih cinta sama kamu. Aku harap kamu bisa ngasih aku

