Bab 13: Rumah Sakit Jiwa

1462 Kata

Aku berkuat untuk tak membuka mata. Tetap berpura-pura tidur, apa pun ceritanya. “Sudah dua kali dia begini, Mbak Tika. Semalam dan siang ini. Tidur terus menerus, lalu bangun-bangun sudah marah-marah kepada adikku yang baru datang. Omongannya juga ngelantur. Aku khawatir. Apa yang sebenarnya tengah menyerang Risti.” Terdengar ucap kegelisahan dari suara milik Mas Bayu. Apa dia bilang? Aku ngelantur? Enak saja! Apa maksud Mas Bayu? Ingin membuatku benar-benar terlihat gila di mata orang lain? “Ngelantur bagaimana maksudnya?” Tika yang masih mengelus-elus puncak kepalaku bertanya. Penuh selidik nadanya. Aku benci situasi ini. Seolah-olah diperlakukan seperti orang dengan gangguan mental. “Dia mencurigaiku secara berlebih. Tiba-tiba nyelonong masuk ke kamar. Mencari-cari Mas Bayu seola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN