“Oh, jamu, ya? Iya, iya. Jamu.” Suara Mama terdengar seperti orang gelagapan. Instingku kuat mengatakan apabila … beliau tengah berbohong. Apa sih, sebenarnya motif Mama? Apa yang sedang berusaha untuk dia tutup-tutupi? “Mama tahu, kan?” tanyaku memastikan. “Lho, tahu, dong! Masa nggak. Kan, Mama yang belikan untukmu.” Deg! Belikan? Bukannya … Lia bilang bahwa itu Mama yang bikin? “Mama beli di mana?” Terus kukorek informasi dari Mama. Telanjur aku penasaran. “Beli di … dekat rumah. Ya, dekat sini.” “Tapi, kata Lia, Mama bikin sendiri.” Kutembak saja langsung. Tahu apa yang terjadi? Mama diam di seberang sana. Perasaanku makin teraduk-aduk saja. Astaga! “Oh, iya! Mama lupa. Aduh, ya ampun. Ini pasti karena bawaan Mama sedang flu dan demam. Kamu harap maklum, ya? Namanya juga suda

