Bab 11: Kebohongan Mama

1332 Kata

“Oh, jamu, ya? Iya, iya. Jamu.” Suara Mama terdengar seperti orang gelagapan. Instingku kuat mengatakan apabila … beliau tengah berbohong. Apa sih, sebenarnya motif Mama? Apa yang sedang berusaha untuk dia tutup-tutupi? “Mama tahu, kan?” tanyaku memastikan. “Lho, tahu, dong! Masa nggak. Kan, Mama yang belikan untukmu.” Deg! Belikan? Bukannya … Lia bilang bahwa itu Mama yang bikin? “Mama beli di mana?” Terus kukorek informasi dari Mama. Telanjur aku penasaran. “Beli di … dekat rumah. Ya, dekat sini.” “Tapi, kata Lia, Mama bikin sendiri.” Kutembak saja langsung. Tahu apa yang terjadi? Mama diam di seberang sana. Perasaanku makin teraduk-aduk saja. Astaga! “Oh, iya! Mama lupa. Aduh, ya ampun. Ini pasti karena bawaan Mama sedang flu dan demam. Kamu harap maklum, ya? Namanya juga suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN