PoV. Kania. Aku melihat mereka menggotong tubuh Mas Bayu yang berlumuran darah dan membawanya masuk ke dalam mobil. Mata Alina mendelik penuh kemarahan padaku, Namun, tak begitu kupedulikan. Aku meringis masih merasakan sakit di lenganku yang memerah akibat cengkeraman kuat tangan Mas Reyhan. Melihat Mas Bayu yang terkapar membuatku puas. Ada rasa kemenangan di dalam dadaku melihatnya. Setidaknya dengan begini, Mas Bayu tak akan menjadi milik Alina karena aku tak akan pernah bisa melihat wanita lain ada di sisi Mas Bayu. Aku gila. mungkin benar. Akan lebih baik melihatnya mati saja daripada melihatnya tersenyum dan tertawa bersama wanita lain, membuat hatiku terasa sakit jika mengingatnya. Cinta dan kecemburuan ini akhirnya menarikku dalam kegelapan yang tak berujung. "Apa yang sud

