Bab 76

966 Kata

"Semoga saja kau mampu mempertahankan janji dan perkataanmu padaku. Semoga saja kau tidak terpengaruh dengan semua tipu daya Kania. Wanita yang dulu pernah sangat kau cintai itu," aku bergumam lirih. **** Jalanan ibukota ini masih sama setiap harinya, tidak ada berubah, kerumunan kendaraan bermotor lalu lintas bebas terlihat. Ada rasa bosan karena terlalu lama menghabiskan waktu yang terbuang percuma. Pandangan mataku masih fokus kedepan. dengan kedua tangan masih di atas kemudi. beberapa kali terdengar suara klakson mobil dari pengemudi yang kesal dan tak sabar menunggu kemacetan. Aku melirik sekeliling, melihat beberapa pengendara sepeda motor yang menyelip. bahkan ada diantara mereka juga terpaksa berhenti karena tak ada celah lagi untuk melintas. untunglah, ini adalah lampu merah t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN