Bab 78

910 Kata

Aku kembali mencoba membuka pintu ini. Sayang, pintu ini terlalu kokoh untuk bisa kubuka paksa. Satu satunya yang bisa kulakukan adalah menunggu. Menunggu Kania datang untuk membuka pintunya, dan menunggu wanita itu menjelaskan semuanya. *** "Alina ...!" "Tunggu, Alina. Tolong jangan bertindak gegabah." Seru Mbak Lisa. "Maaf, mbak. Aku tak bisa lagi menunggu." "Tidak, Alina. Bersabarlah sebentar lagi. Kita lihat dulu situasinya. Bukan tidak mungkin, akan banyak penjaga di sini. Jangan Sampai kita celaka disini." Bujuk Mbak Lisa. "Pikirkan putrimu. Jika terjadi sesuatu padamu, bagaimana dengan putrimu!" Perkataan terakhir Mbak Lisa akhirnya membuatku menyerah dengan bujukannya. Kucoba berusaha untuk menahan diri, meski hatiku kini sedang berselimut amarah. Mata Mbak Lisa kini memand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN