Bab 79

970 Kata

"Aku sudah tak mampu menahannya lagi, mbak. Wanita tak tahu malu ini benar benar sudah menguji kesabaranku selama ini. Sudah waktunya ular betina ini mendapat hukuman dari semua perbuatannya." ujarku sambil mengarahkan telunjukku pada Kania. *** Aku sudah benar benar emosi, jika saja tangan Mbak Lisa tidak menahanku, mungkin sudah kupukul wanita licik itu dengan potongan kayu tadi. Ku palingkan wajahku sejenak demi meredam kembali amarahku. "Apa kau baru saja mengejekku, Alina?" Matanya melirik tajam, seolah menghujam tajam. "Dimana Mas Bayu!? Cepat katakan padaku, Kania! Dimana dia?" Bentakku keras mengulang kembali bertanya padanya. "Tak perlu mencarinya. Mas Bayu berada di tempat yang seharusnya ia berada, Alina," Jawabnya enteng tanpa sedikitpun rasa bersalah. Wanita itu lalu ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN