Bab 80

1001 Kata

Aku masih berdiri terpaku, aku diam dengan jantung yang berdegup kencang, aliran darahku seakan berhenti mengalir, Aku yakin wajahku kini mulai pucat. Entah mengapa wajah Diyara kini melintas di benakku. *** Wajah pria itu nampak sinis melirik padaku. Ku kepal erat tanganku demi mencoba menyembunyikan rasa gugup ini. Aku melihat Mbak Lisa yang tampak tenang seakan menyambut kedatangan pria itu, membuatku semakin cemas dengan apa yang akan dilakukannya. Pandangan mata pria itu masih melirik fokus padaku. Aku tak begitu mengkhawatirkan keselamatanku tapi, jika terjadi sesuatu padaku bagaimana dengan nasib putriku, entah mengapa, ucapan Mbak Lisa tadi kembali terdengar di kepalaku. "Pikirkan Diyara, jika terjadi sesuatu dengan dirimu, bagaimana dengan putrimu?" Kalimat itu kini terus ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN