"Jangan pernah melakukan hal itu lagi karena kau tak pantas menyentuh wajah Alina." Ancam Mbak Lisa sambil membalas tatapan Kania. Ia langsung berdecih dan memalingkan wajahnya. Tak lama, Kania berdiri dan merapikan beberapa bagian baju dan tubuhnya yang terkena tanah sambil terus mendelik tajam pada kami. *** Angin dingin kembali berhembus kencang, menggoyangkan di dedaunan. Beberapa saat kemudian, Kania membalikkan badan, menyeret kakinya beberapa langkah menjauhi kami. Membuatku seketika berpikir apakah ada sesuatu yang direncanakannya sekarang? Entahlah. Yang kutahu aku tidak boleh lengah. Setidaknya, sekarang aku mengerti mengapa Mas Adi mengizinkan istrinya datang kesini demi untuk membantu dan menemaniku mencari Mas Bayu. Mbak Lisa, kakak iparku itu menguasai bela diri taekwond

