Bab 62

982 Kata

"Aku sengaja menemuinya dan mengajaknya bicara, aku memintanya menceritakan tentang pertemuan Jeni dan Kania saat hari pertunangan itu. pertemuan terakhir Jeni dan Kania sebelum dalam kecelakaan maut itu merenggut nyawanya," ungkap ku. *** Mas Reyhan menghela nafas panjang, lalu berdecak kesal. Ada raut tak nyaman terlihat dari wajahnya. Wajar saja karena membicarakan hal ini sama saja seperti mengorek luka lama yang belum kering. Mas Bayu menatapku dengan penuh tanya. Aku yakin ia tak menduga jika aku bisa mengenal pria itu. Aku menunduk sebentar mencoba mengingat isi pembicaraan kami waktu itu. "Apa yang dikatakan pria itu padamu, Alina?" Tanya Mas Reyhan. "Ia bilang ..." Aku mulai menceritakan kembali semua yang sampaikan Pak Arif padaku kala itu, termasuk pesan yang disampaikannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN