"Maaf, Bu karena Mas Reyhan baru sempat jemput bibi, jadinya baru tiba di sini," sesalnya. **** "Tak apa, makanya aku malas di rawat di rumah sakit. Pasti akan merepotkan bibi," keluh Bu Maryam. Aku menggeleng cepat," tidak seperti itu, bu. Kami semua sayang sama ibu. Kami hanya ingin ibu sembuh. Begitu kan bi?" ucapku sambil melirik Bi Imas. "I-iya ... Mbak Alina benar," ucapnya terbata. "Apa ini, bi?" Tunjukku pada rantang plastik yang di pegangnya. "Oh ini, masakan kesukaan ibu." ucapnya sambil mengulum senyum. "Apa itu opor ayam dan sambal terasi?" Tanyaku sambil mencium aroma masakan yang keluar dari rantang. "Iya, Mbak. Ibu telepon minta dibuatkan, katanya lidahnya pasti tak akan cocok dengan makanan rumah sakit. Ya sudah, bibi buatkan mbak. kasihan nanti ngiler," gurau Bi Im

