PoV. Bayu. "Mas, tadi siang Mas Reyhan meneleponku, katanya Bu Maryam sakit. Bisakah besok kita pergi kesana menengoknya? Sekalian kau berkenalan dengan mereka," ucap Alina satu jam yang lalu. Aku mengangguk mengiyakan permintaannya. Ada sedikit rasa cemburu di hati, saat mendengarnya. Tapi aku tak bisa menolaknya. Aku tak ingin membuat Alina kecewa. Karena bagaimanapun juga merekalah yang membantu dan menjaga Alina selama ini. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengenal mereka yang telah membantu dan menjaga Alina selama ini. Wajah Alina terlihat begitu khawatir begitu mengatakannya, seakan mereka sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Aku tak bisa menyalahkan Alina, karena bagaimanapun, aku juga bersalah. Turut andil atas semua yang terjadi saat ini. Aku terlalu mengikut

