Beberapa minggu kemudian Sekolah sudah bisa dikatakan aman sekarang, karena sudah beberapa minggu ini tidak ada lagi yang namanya kabar bunuh diri. Setelah jasad Grace dan nenek itu sudah dikuburkan secara layak, insiden di sekolah ini sudah hilang seperti ditelan bumi. Kini semua murid bisa melakukan aktivitas belajar dengan tenang, tanpa perasaan cemas akan adanya kabar bunuh diri. Mereka akhirnya bisa bernapas lega, mereka sangat berterimakasih kepada Gladys dan ke-lima sahabatnya. Semua murid yang awalnya tidak menganggap Ashila, kini mulai meminta maaf dan malah mau menjadikan Ashila sebagai temannya. Memang benar, sesuatu yang dikucilkan suatu saat akan dianggap keberadaannya ketika seseorang itu mau beranjak dari tempat dan berkembang. “Maafin gua juga, ya, Shil.” Gadis lain iku

