Setelah cukup lama di perjalanan, menyusuri jalan raya hingga masuk ke pedesaan. Karena jalan di desa ini terlalu kecil, mobil tidak bisa masuk hingga dalam. Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan kaki. Tidak banyak orang lalu lalang di desa ini. Sepi, sunyi, persis seperti desa mati. Entahlah, yang mereka harus lakukan sekarang adalah menemukan dimana rumah dokter itu. Mereka terus berjalan maju sambil menengok kanan kiri, mencari seseorang yang sekiranya bisa membantu mereka memberi tahu dimana rumah dokter itu. Lalu ada seorang bapak tua yang kebetulan melintas di hadapan mereka. Pakaian putih lusuh, juga membawa cangkul. “Permisi, Pak.” Gladys memanggil bapak itu. “K-kami mau nanya alamat, apa bapak tahu dimana alamat rumah ini?” tanya Gladys, sambil menyodorkan buku berisi alam

