Tokk.. Tokk.. Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Gladys dengan segera berlari hendak membukakan pintu. Di sana sudah ada kelima sahabatnya, termasuk Ivan yang sedari tadi terus melambaikan tangannya. Gladys terkekeh. “Lo kenapa sih, Van?” tanyanya. “Dadah-dadah, biar kayak mister selebriti.” Ivan menaik-turunkan alisnya. “Sejak kapan ada ajang kayak gitu, Papan!” sewot Velly. “Ada lah, Vell.” “Terserah, lo!” “Udah-udah, masuk yuk,” ajak Gladys. Mereka semua mendudukkan diri di sofa ruang tamu, sedangkan Gladys ke dapur untuk membuatkan minuman. Karena mamahnya sedang tidak ada di rumah. “Minum dulu, nih.” Gladys menaruh satu-persatu gelas berisi minuman di meja. “Thanks, Dis.” “Masalah kasus ini, rencana apalagi yang bakal kita pakai?” tanya Ashila, memulai percakapan. “S

