Setelah membaik, dia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai bawahan di salah satu hotel meski dia punya banyak uang dari berbagai bisnis yang ditinggalkan orang tuanya dan juga bisnisnya sendiri, semua itu karena dia ingin menghabiskan waktunya tanpa memikirkan hal lain. Dia yang dulu penuh ambisi dan semangat meraih apapun, ceria dan supel, kini tertutup dan selalu bersikap dingin. Tapi ketika dia melakukan interview kepada seorang calon karyawan bernama Sadra Putri Asmarani, itu menjadi titik dimana Abram kemudian memandang wanita tidak seperti sebelumnya. Hari itu Sandra tampak seperti pelamar lainnya yang datang, menggunakan setelan kerja, rambut yang rapi dan make up minimalis. Tapi memang bukan semua itu yang menarik perhatian Abram, melainkan ketika seorang pelamar lainnya

