29 Penyerangan di dua tempat proyek di Victor Harbor dan Adelaide, selama dua hari berturut-turut, menyebabkan Bryan gusar. Dia kesulitan mengatur emosi, hingga meninju dan menendangi dinding. Angga bergegas mengobati buku-buku jari bosnya yang mengeluarkan cairan merah pekat. Dia menarik Bryan, kala pria tersebut hendak meninju kaca jendela. Angga berteriak memanggil Taylor yang segera memasuki kamar Bryan. Kedua ajudan tersebut menyeret bos mereka keluar ruangan. Lalu mereka memaksa Bryan untuk duduk di sofa tunggal. Taylor menelepon kakaknya dan meminta Wayne untuk segera datang. Taylor khawatir Bryan akan kembali mengamuk untuk meluapkan emosinya. "Hubungi Andrew. Minta dia pergi ke Adelaide," cakap Bryan. "Sudah, Pak. Beliau berangkat dengan Oscar dan Lucano," jawab Angga.

