43 Senin pagi, Tarendra memaauki ruang rapat besar Palmer Grup, sembari merapikan jas hitamnya. Pria berkumis tipis itu mendatangi rekan-rekannya, yang tengah berbincang dengan beberapa orang lainnya. Tarendra seketika berhenti melangkah, saat orang-orang itu membalikkan badan. Tarendra terpaku, sembari mengamati wajah para tamu, yang balas menatapnya saksama. "Kemari, Rendra," panggil Eric Palmer, yang dikerjakan anak buahnya itu. "Apa kamu sudah kenal? Mereka juga berasal dari Indonesia," lanjutnya sembari mengarahkan tangan kanan pada beberapa pria di dekatnya. "Ya, Tuan. Saya sudah kenal," jawab Tarendra. Dia mengulurkan tangan kanannya pada lelaki terdekat. "Apa kabar, Mas Tio?" tanyanya. "Kabarku, baik dan tengah senang hati," balas Tio sembari menyalami pria tersebut. "Teru

