42 Hendri menegakkan badan. Dia memerhatikan sekeliling, lalu menggerakkan kedua tangan membentuk jurus olah napas Margaluyu. Hendri menggapai ponselnya dari meja dan hendak menelepon seseorang. Namun, benda itu telah berdering dan Hendri segera mengangkatnya. "Ada yang nyerang ke kamu," cakap Zein dari seberang telepon. "Ya. Aku sudah pasang pelapis," jawab Hendri. "Perlu bantuan?" "Enggak usah." "Iyain aja. Aku lagi ngebet ngehajar jin." Hendri menggeleng. "Mangga, atuh. Urang nonton, aja." Zein memutus sambungan telepon. Dia memejamkan mata dan memfokuskan diri pada sekelebat bayangan hitam, yang telah berada di dekat kantor HWZ cabang Jakarta. Zein menggerakkan tangan kanan, kemudian menembakkan sinar biru yang dibalas makhluk itu dengan sinar hitam. Hendri turut m

